HOME SWEET HOME~

Showing posts with label tazkirah. Show all posts
Showing posts with label tazkirah. Show all posts

Saturday, May 14, 2011

Help others, shall we?


“Dan hendaklah kamu bantu-membantu dalam berbuat kebajikan dan bertakwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan dalam melakukan dosa (maksiat) dan pelanggaran”
(QS. Al-Maidah: 2).

Sunday, April 3, 2011

Learning starts with asking question


The first step in learning is to ASK QUESTION. Ask about everything. Look around your room and think. How electricity turns on?how the fan spins? Who controls the traffic light? So, ask about everything. As Allah's khalifah and best creature, we want to know everything as much as we can. Each time you ask question, it means you are thinking. Whatever you look,listen,smell, etc, you must ask qs.

Second step: Look for the answers. Where? So many places – parents, (mum, why’s the sun hot? Why’s the moon white?) teachers, friends, siblings, books. Reading opens your mind.

But some people are afraid to ask questions. Why? Because they are afraid in making mistakes. This is a wrong attitude! There is nothing wrong in asking questions. When we ask question it means we are thinking and Islam encourages us to think!

So, let us get our mind thinking! Asks questions and try to find the answers!

Adapted from Azra's Khalifah segment, IKIM.fm, sunday 6pm.

Tuesday, February 22, 2011

cerita penuh makna IBUKU TERCINTA IBUKU TERSAYANG, the true love in this world.

Sebuah kisah sebagai iktibar. (sumber dari Facebook)

Alkisah, seorang pemuda sedang melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Dia sudah berhasil lolos di tes-tes pendahuluan. Dan kini tiba saatnya dia harus menghadap kepada pimpinan untuk wawancara akhir.

Setelah melihat hasil tes dan penampilan si pemuda, sang pemimpin bertanya, "Anak muda, apa cita-citamu?"

"Cita-cita saya, suatu hari nanti bisa duduk di bangku Bapak," jawab si pemuda.

"Kamu tentu tahu, untuk bisa duduk di bangku ini, tidak mudah. Perlu kerja keras dan waktu yang tidak sebentar. Betul kan?" Si pemuda menganggukkan kepala tanda setuju.

"Apa pekerjaan orangtuamu?" lanjutnya bertanya.

"Ayah saya telah meninggal saat saya masih kecil. Ibulah yang bekerja menghidupi kami dan menyekolahkan saya."

"Apakah kamu tahu tanggal lahir ibumu?" kembali sang pimpinan bertanya.

"Di keluarga kami tidak ada tradisi merayakan pesta ulang tahun sehingga saya juga tidak tahu kapan ibu saya berulang tahun."

"Baiklah anak muda, bapak belum memutuskan kamu diterima atau tidak bekerja di sini. Tetapi ada satu permintaan bapak! Saat di rumah nanti, lakukan sebuah pekerjaan kecil yaitu cucilah kaki ibumu dan besok datanglah kemari lagi."

Walaupun tidak mengerti maksud dan tujuan permintaan tersebut, demi permintaaan yang tidak biasa itu, dia ingin mencoba melakukannya.

Setelah senja tiba, si pemuda membimbing ibunya duduk dan berkata, "Ibu nampak lelah, duduklah Bu, saya akan cuci kaki ibu."

Sambil menatap takjub putranya, si ibu menganggukkan kepala. "Anakku, rupanya sekarang engkau telah dewasa dan mulai mengerti."

Si pemuda pun mengambil ember berisi air hangat, kemudian sepasang kaki ibunda yang tampak rapuh, berkeriput, dan terasa kasar di telapak tangannya itu mulai direndam sambil diusap-usap dan dipijat perlahan. Diam-diam airmatanya mengalir perlahan.

"Ibu, terima kasih. Berkat kaki inilah ananda bisa menjadi seperti hari ini."

Mereka pun saling berpelukan dengan penuh kasih dan kelegaan.

Dan keesokan harinya, sang pemimpin berkata, "Coba ceritakan, bagaimana perasaanmu saat kamu mencuci kaki ibumu."

"Saat mencuci kaki ibu saya, saya mengerti dan menyadari akan kasih ibu yang rela berkorban demi anaknya. Melalui kaki ibu saya, saya tahu, bahwa saya harus bekerja dengan sungguh-sungguh demi membaktikan diri kepada ibu saya."

Mendengar jawaban si pemuda, akhirnya sang pemimpin menerima dia bekerja di perusahaan itu. Karena sang pemimpin yakin, seseorang yang tahu bersyukur dan tahu membalas budi kebaikan orangtuanya, dia adalah orang yang mempunyai cinta kasih. Dan orang yang seperti itu pasti akan bekerja dengan serius dan sukses.

Netter yang Luar Biasa!

Pepatah "surga di telapak kaki ibu" sungguh mengandung makna yang sangat dalam. Memang kasih ibu tiada tara. Saya yakin! Jika kita mendapatkan restu, apa lagi didukung oleh doa ibunda, tentu semua itu merupakan dukungan yang mengandung kekuatan luar biasa, yang memungkinkan apapun yang kita lakukan akan mendatangkan hasil yanglebih baik.

Mari, selagi orangtua kita masih hidup: beri perhatian, layani mereka dan cintai mereka dengan setulus hati.

Salam sukses, Luar Biasa!

Friday, April 2, 2010

Chiko, in memory



Jumaat 2/4/2010 menyaksikan permergian kucing tersayang, Chiko yang telah kami bela lebih 5 tahun. Kalau jumaat lepas, kelahiran si anak-anak kucing menjadi berita gembira buat semua. Tapi jumaat kali ini membawa berita sedih dengan pemergian Chiko. Setelah menghidapi masalah hati, kabur penglihatan dan akhirnya buta, akhirnya Allah telah mengambil nyawanya. Berakhirlah segala seksa hidup di dunia.

Chiko merupakan kucing paling cantik yang pernah kitorang bela dan juga telah melahirkan generasi-generasi cantik dan comel seperti Comel dan Chikoma. Oleh sebab dia ni cantik, rasanya dia ni boleh kata macam sombong sikitla. Tak mau sangat orang pegang-pegang dia. Dia ada mood sendiri. Nanti time dia rasa nak belaian kasih sayang manusia, mulalah dia mengendeng-ngendeng, bermanja-manja. Lepas tu, dia ni suka sangat basuh badan. Kerja dia duduk-duduk saja jilat bulu je. Sampai basah-basah bulunya. Chiko ni pun jenis cerewet. Makan memilih. Kalau tengah kucing-kucing semua berebut nak makan, dia takdenya nak pergi join. Bila yang lain dah habis makan barulah datang makan. Makan pulak takkannya lah atas surat khabar yang dah kotor-kotor dengan sisa makanan orang lain. Dia akan angkut ikan tu dan makan atas alas kaki. Memang pembersih. Chiko juga suka duduk tempat-tempat istimewa yang orang tak duduk. Lebih kurang Alin jugakla. Duduk atas meja, atas tv pun pernah! Oh, Chiko juga sekutu utama Dodi dalam aksi pencurian makanan di bawah tudung saji. Tapi Dodi selalu jadi tukang curi dan Chiko jadi tukang makan.

Despite everything, she's very adorable and we all love her. We'll miss you Chiko.

Takpela, kata orang, patah tumbuh hilang berganti. Walaupun yang menggantikannya takkan sama dengan yang telah pergi.

p/s: Binatang mati, berakhirlah kehidupan di dunia, tamatlah segala kesakitan dsb. Tapi manusia, mati bukan bererti segala-segalanya telah berakhir. Tapi mati merupakan satu fasa untuk kita ke alam yang kekal abadi. Kalau baik amal kita di dunia, insyaallah yang baik-baik menunggu kita di alam kubur dan alam akhirat nanti. Marilah mempersiapkan bekal kita untuk ke sana. Gunakan kesempatan yang ada ini sebaiknya. Ajal maut di tangan Tuhan. Entah bila hari kita, Allah saje yang tahu.

Allahummakhtim lanaa bil islaam, wakhtim lanaa bil imaan, wakhtim lanaa bihusnil khootimah

Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah

Ameen...

Monday, March 22, 2010

Akhlak mulia, semua orang suka...


Pagi tadi bukak radio ikim, ada seorang En Bakar tengah bercakap tentang isu pembuangan bayi. Ada beberapa perkara yang disebut boleh kita ambil iktibar - bukan tentang pembuangan bayi ni je tapi secara umumnya tentang akhlak.

Kata dia, Imam Ghazali ada sebut dalam kitab beliau Ihya' Ulumuddin, ada 4 perkara yang kita kena buat untuk mempunyai AKHLAK MULIA. Apa dia perkara-perkara tu?

1) Cari guru yang boleh mendidik kita


Guru yang kita yakin boleh bimbing kita mendekati Allah. Maksudnya jugak, kita kalau nak akhlak mulia, kenalah pergi cari ilmu. Marilah kita merajinkan diri mengikut emak pergi kuliah kat masjid mahupun surau mahupun di mana jua ^_^.

2) Pastikan kita mempunyai kawan-kawan yang boleh memperbaiki akhlak kita.


Kawan-kawan ni orang yang boleh kata hari-hari kita jumpa dan bergaul. Itu kalau kat sekolah. Ni kalau duduk asrama atau rumah sewa, hari-hari mengadap muka kawan, kerenah diorang dsb. Jadinya, pengaruh kawan ni boleh kata besar jugaklah dalam hidup seseorang. Kalau bergaul dengan kawan yang baik, insyaallah kita pun akan ada motivasi nak jadi baik. Kalau dapat kawan yang suka lagha-lagha, berhibur, dsb, sedikit sebanyak kita pun akan terpengaruh juga. Sebab itulah untuk berakhlak mulia, pentingnya kita bergaul dengan kawan-kawan yang baik. Kawan yang baik ni ibarat cermin. Apa fungsi cermin? Bila kita duduk depan cermin, kita nampak lah kekurangan yang ada - tudung sengetlah, muka berjerawat, bedak tak serata. Kenapa kawan yg baik macam cermin? Sebab bila kita bersama dia, dia akan nasihat kita, tegur kelemahan kita dan cuba perbetulkan kesilapan kita.

3) Bila tengok kelemahan dalam masyarakat, muhasabah balik dalam diri kita.


Maksudnya, bila kita tengok apa-apa masalah yang orang lain buat, kita check balik dengan diri kita sendiri, ada tak kita buat perkara tu. Contohnya, kita tengok ada orang ni banyak cakapnya tapi buat kerja tak pun. Ha, muhasabah balik, perangai kita pun macam tu ke? Jangan nampak salah orang je tapi cuba untuk elakkan buat salah tu. Jangan jadi macam pepatah orang melayu "Kuman di seberang laut nampak, gajah depan mata tak nampak." (Lebih kurang macam nilah pepatahnya, sila jgn guna dalam exam!)

4) No 4 apa? Tak sempat nak dengar pasal ada orang datang tiba-tiba masa tu. Siapa rajin tolong cari nombor 4 apa ye.

"Allahumma kama hassanta khalqi fahassin khuluqi"

Jom berakhlak mulia! Renung-renungkan dan selamat beramal!

p/s: apesalla susah sangat nak upload gambar ni. hmm..